Minggu, 26 Januari 2014

PERTANIAN

PERSAINGAN GULMA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS) DENGAN TANAMAN  BUDIDAYA



ABSTRAK

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Gulma dapat menyebabkan produksi pertanian menurun baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat maupun dalam bentuk perkebunan pasar. Salah satu dari gulma adalah rumput teki (Cyperus Rotundus). Cyperus Rotundus termasuk dalam gulma teki, hidup di darat pada tanah kering atau tegalan, tergolong tumbuhan monokotil, memiliki akar serabut, daun berpita, termasuk gulma tahunan dengan perkembangbiakkan melalui umbi akar. Kemampuan berkembang umbi teki menjadikan teki tahan sentuhan. Rumput teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan berdaptasi tinggi dengan berbagai jenis tanah. Persaingan antara gulma dapat menimbulkan dampak negatif bagi tanaman budidaya. Persaingan dapat berupa pengeluaran senyawa beracun yang disebut allelopati. Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat ditemukan di setiap organ tumbuhan. Persaingan ini sangat memungkinkan tanaman budidaya kalah dlam persaingan dan sangat menguntungkan gulma untuk menguasai lahan pertanaman.

Kata kunci: Gulma, Persaingan, Allelopati.


PENDAHULUAN
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Pengertian lainnya adalah tumbuhan yang mempunyai nilai negatif (merugikan kepentingan manusia baik langsung maupun tidak langsung) melebihi nilai positif (daya-gunanya bagi manusia). Gulma dapat menyebabkan produksi pertanian menurun baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat maupun dalam bentuk perkebunan pasar.
Gulma dalam agroekosistem menimbulkan beberapa masalah penting, yaitu berkompetisi dengan tanaman budidaya terhadap sumber daya, mempersulit pemeliharaan tanaman, sebagai inang pengganti hama dan patogen penyebab penyakit tumbuhan, menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman, sehingga mengakibatkan kerugian finansial (Sukarto et al, 2011: 75).    
Salah satu dari gulma adalah rumput teki  (Cyperus Rotundus). Cyperus Rotundus termasuk dalam gulma tekian, hidup di darat pada tanah kering atau tegalan, tergolong tumbuhan monokotil, memiliki akar serabut, berdaun pita, termasuk gulma tahunan dengan perkembangbiakkan melalui umbi akar. Kemampuan berkembang umbi-umbi teki menjadi tumbuhan baru membuat teki tahan menghadapi tekanan yang sifatnya berupa sentuhan bagian atas tanah. Rumput teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan tinggi untuk beradaptasi dengan beragam jenis tanah, sehingga gulma ini hampir selalu ada di sekitar tanaman budidaya.

PEMBAHASAN
            Tumbuhnya gulma teki (Cyperus Rotundus) disekitar tanaman budidaya menyebabkan persaingan antara gulma dan tanaman budidaya. Persaingan menimbulkan dampak negatif  berupa penurunan aktivitas pertumbuhan dan penurunan kemampuan untuk berproduksi. Respon nyata sebagai manifestasi persaingan adalah tanaman menjadi kerdil, terjadi klorosis atau kondisi kekurangan makan dan habitus seolah mati. Disamping itu juga, terjadi pengurangan jumlah dan ukuran organ tanaman.
            Persaingan gulma teki (Cyperus Rotundus) dengan tanaman budidaya yang terjadi dapat berupa pengeluaran senyawa beracun. Tumbuhan dapat bersaing antar sesama tumbuhan dengan cara interaksi biokimia. Interaksi biokimia, yaitu salah satu tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun ke sekitarnya yang dapat mengganggu pertumbuhan tumbuhan lain. Senyawa beracun ini disebut allelopati. Interaksi biokimia antara gulma teki (Cyperus Rotundus) dan pertanaman tumbuhan lain, yaitu menyebabkan gangguan perkecambahan biji, kecambah menjadi abnormal, pertumbuhan memanjang akar terhambat, perubahan sususnan sel-sel akar.
            Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi allelopati dapat ditemukan di setiap organ tumbuhan, antara lain pada daun, batang, akar, rhizoma, buah, biji, dan umbi serta bagian-bagian tumbuhan yang membusuk. Pada umumnysa senyawa yang dikeluarkan adalah senyawa dari golongan fenol. Teki (Cyperus Rotundus) yang masih hidup mengeluarkan senyawa allelopati lewat organ di bawah tanah, sedang pada teki (Cyperus Rotundus) yang sudah mati dapat mengeluarkan senyawa allelopati lewat organ di bawah tanah maupun di atas tanah.
            Persaingan berupa pengeluaran allelopati sangat memungkinkan tanaman budidaya kalah dalam persaingan ini dan sangat menguntungkan gulma teki (Cyperus Rotundus) untuk menguasai lahan pertanaman. Ketidakmampuan tanaman budidaya untuk bertahan dari allelopati yang dikeluarkan gulma teki (Cyperus Rotundus) membuat tanaman budidaya akan mati. Selain itu, gulma teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi. Sehingga, gulma ini akan tetap mampu bertahan dalam berbagai keadaan lingkungan yang ekstrem sekalipun, seperti kekeringan.

PENUTUP
Persaingan antara gulma teki (Cyperus Rotundus) dan tanaman budidaya dapat menimbulkan dampak negatif  bagi tanaman budidaya. Persaingan dapat berupa pengeluaran senyawa kimia beracun yang disebut allelopati. Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat ditemukan di setiap bagian organ tumbuhan. Persaingan ini memungkinkan tanaman budidaya kalah dalam persaingan dan sangat menguntungkan gulma teki (Cyperus Rotundus).

DAFTAR PUSTAKA


Soekarto, dkk.2011.Petunjuk Praktikum: Mata Kuliah Agroekologi Aspek Perlindungan Tanaman.Fakultas Pertanian Universitas Jember