Sabtu, 27 Februari 2016

Spodoptera exigua

Spodoptera exigua atau yang biasa dikenal dengan ulat daun bawang mempunyai mempunyai beberapa variasi warna yaitu hijau, cokelat muda, dan hitam kecoklatan. Ulat yang hidup di dataran tinggi umumnya berwarna coklat. Imago betina meletakkan telur pada daun bawang merah secara berkelompok dan ditutupi oleh bulu-bulu atau sisik dari induknya. Tiap kelompok telur maksimum terdapat 80 butir. Jumlah telur yang dihasilkan seekor betina sekitar 1.000 butir. Telur berwarna putih, berbentuk bulat sampai bulat telur. Larva (ulat) muda terdiri dari enam instar kadang ada juga yang lima instar. Larva berwarna hijau dengan garis-garis hitam pada punggungnya, berukuran 1,2 – 1,5 mm. Sedangkan larva instar lanjut (2-5), berwarna hijau (umumnya didataran rendah) dan berwarna cokelat (umumnya didataran tinggi), dengan garis kuning pada punggungnya. Larva berukuran antara 1,5 – 19 mm, aktif pada malam hari, dan stadium larva berlangsung selama 8-10 hari. Setelah melalui instar akhir, larva mejatuhkan diri ke tanah untuk berkepompong (pupa). Larva S.exigua mempunyai sifat polifag (pemakan segala) Pupa berwarna cokelat muda dengan panjang 9-11 mm. Pupa berada di dalam tanah ± 1 cm, dan sering dijumpai juga pada pangkal batang, terlindung di bawah daun kering. Lama hidup pupa berkisar antara 6 – 7 hari. Siklus hidup dari telur sampai imago adalag 3 – 4 minggu. Ngengat mempunyai sayap depan berwarna cokelat tua dengan garis-garis kurang tegas dan terdapat bintik-bintik hitam, rentangan sayap antara 25-30 mm. Sayap belakang berwarna keputih-putihan dan tepinya bergaris-garis hitam. Ngengat betina mulai bertelur pada umur 2-10 hari
 Panjang ulat penggerek daun ini sekitar 2,5 cm. Sejak telur menetas menjadi ulat, berkepompong, lalu menjadi serangga dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 23 hari. Hama ini mempunyai rentangan sayap ngengat yang panjangnya antara 25-30 mm. Sayap depan berwarna coklat tua dengan garis-garis yang kurang tegas dan terdapat pula bintik-bintik hitam. Sayap belakang berwarna keputih-putihan dan tepinya bergaris-garis hitam.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixERCclpCL9VQ15yliBMFHOPVBuc_tX9AnV4Tw8AO8OAo0nF7Wgl2WKz1xEaIH6kYjWLVNUavUxZbqhQSiEsGJ4E0qOBVAtsUkqx5CanRjL3N3JaVHHe3w_70WKyOizXIHDcBGNs-Q3Bn2/s1600/beetarmyworm.jpg

Gejala Serangan
Gejala serangan Spodoptera exigua pada tanaman bawang merah ditandai dengan adanya bercak putih transparan pada daun. Hama ini menyerang daun dengan menggerek ujung pinggiran daun, terutama daun yang masih muda. Akibatnya, pinggiran dan ujung daun terlihat bekas gigitan. Mula-mula Spodoptera exigua melubangi bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang. Akibatnya, ujung-ujung daun nampak terpotong-potong. Selain itu, jaringan bagian dalam daunpun dimakan pula. Akibat serangan ulat ini, daun bawang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akibatnya daun jatuh terkulai.
Serangan yang berat menyebabkan sebagian besar tanaman hampir rata dengan permukaan tanah. Sekitar 40% dari tanaman terserang mampu membentuk tunas lagi, namun pertumbuhannya terhambat. Dari tanaman semacam ini hasil yang dapat dipanen adalah “bawang jogod”, sebutan petani setempat untuk umbi bawang yang berukuran kecil dan berwarna putih serta dimanfaatkan sebagai sayur (Rauf, 1999).
Pengendalian
            Cara pengendalian Spodoptera exigua dapat dilakukan secara mekanis yaitu dengan mengambil telur dan larva yang ada di sekitar pertanaman atau pada tanaman inang. Dapat pula pengendalian hama ini dilakukan dengan pengendalian hayati. Pengendalian ini merupakan pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami seperti predator. Beberapa spesies predator  antara lain laba-laba, Solenopsis sp., Paedorus sp., dan Euberellia sp. Pengendalian secara hayati memiliki keuntungan yaitu aman, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, dan tidak menyebabkan resistensi.
            Selain itu dapat pula dilakukan pengendalian secara kultur teknis dan pengendalian kimiawi. Untuk pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan memodifikasi kegiatan pertanian agar lingkungan pertanaman menjadi tidak menguntungkan bagi perkembangan hama. Usaha-usaha tersebut mencakup sanitasi, pengolahan tanah, pergiliran tanaman, pemupukan berimbang, penggunaan mulsa, dan penggunaan tanaman perangkap. Untuk pengendalian kimiawi digunakan Insektisida yang mempunyai daya racun terhadap serangan hama.

Sumber Bacaan
Rauf, A. 2009. Dinamika Populasi Spodoptera exigua (HUBNER) (Lepidoptera; Noctuidae) pada Pertanaman Bawang Merah di Dataran Rendah. Hama dan Penyakit Tumbuhan, 11 (2): 39-47.

Nurhayati, H.2011. Analisis Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua) pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa). Bogor: Insitut Pertanian Bogor.
 


PENGARUH TEKSTUR TANAH TERHADAP PRODUKSI TANAMAN


Sifat fisika tanah akan berpengaruh terhadap produksi tanaman. Salah satu sifat fisika tanah adalah tekstur tanah. Tekstur tanah adalah sifat fisika tanah yang merupakan deskriptif komposisi ukuran butir partikel-partikel penyusun tanah (Sartohadi dkk., 2012). Hal ini berhubungan dengan ukuran partikel-partikel yang ada dalam tanah, semisal tanah gembur (remah) akan mempermudah akan untuk berpenetrasi. Sehingga akar akan berkembang dengan baik dan akan menyerap air serta unsur hara dengan baik pula. Hal ini akan menunjang pertumbuhan tanaman yang baik pula dan secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi tanaman tersebut. Menurut Suardi (2002), semakin besar diameter akar, semakin tinggi toleransi tanaman terhadap kekeringan dengan r= -0, 56. Dapat diketahui bahwa dengan perkembangan akar yang baik ditunjukkan dengan besarnya diameter akar akan menyebabkan tanaman memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap kekeringan. Sehingga tidak menutup kemungkinan pada kondisi kekeringan produksi tanaman akan tetap baik.Selain itu, tekstur  tanah  akan  mempengaruhi kemampuan  tanah  dalam menyimpan  dan  menghantarkan air,  menyimpan  dan  menyediakan  hara tanaman. Apabila ketersediaan air dan unsur hara dalam tanah itu tercukupi bagi tanaman, maka produksi tanaman akan meningkat.

Sumber :

Sartohadi dkk.2012.Pengantar Geografi Tanah.Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Suardi, D.2002. Perakaran Padi Dalam Hubungannya dengan Toelransi Tanaman terhadap Kekeringan dan Hasil.Litbang Pertanian, 21 (3):100-108.

PERMAINAN HARGA DI PASAR PERTANIAN

Pertanian merupakan sektor yang penting bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan Negara agraris dan masyarakat banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Akan tetapi sektor pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, buktinya Negara kita masih belum mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional. Selain itu, banyak dari petani yang masih tergolong miskin. Bahkan masalah pertanian di Indonesia termasuk banyak dan kompleks.
Salah satu permasalahan yang paling mencolok adalah masalah harga di pasaran untuk komoditi pertanian. Seringkali harga jual petani kepada tengkulak atau penadah itu lebih rendah daripada harga di pasaran dan adanya fluktuasi harga suatu komoditi yang tidak wajar, seperti harga cabe dan bawang. Seperti yang kita ketahui harga cabe dan bawang sangat tidak stabil, mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan adanya indikasi monopoli oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi permainan-permainan harga yang merugikan petani. Meskipun masalah ini bukan masalah baru, tetapi pemerintah masih belum mampu untuk mengatasinya.
Pemerintah terkesan kurang perhatian mengenai masalah ini, karena dari tahun ke tahun masalah harga berulang-ulang terjadi. Apabila dikoreksi lagi kebanyakan kebijakan pemerintah hanya membantu usaha tani sebatas pada pra panen, seperti menyediakan bibit unggul, menyediakan pupuk bersubsidi, dan lain sebagainya. Sebenarnya secara logika kebijakan pemerintah tersebut dapat mengurangi biaya produksi. Akan tetapi tidak cukup di situ saja karena masalah harga pasar juga perlu dipertimbangkan. Apabila terjadi kecurangan-kecurangan oleh pihak tengkulak maupun pedagang besar, seperti penimbunan barang. Sehingga usaha tani pasca panen  sepertinya kurang diperhatikan. Hal ini mengakibatkan petani tidak dapat menikmati hasil dari produk usaha tani secara maksimal, karena selanjutnya akan dikuasai oleh tengkulak dan pedagang-pedagang besar.
Pengetahuan petani mengenai harga-harga di pasar juga kurang sehingga mudah sekali untuk pedagang besar melakukan permainan harga. Selain itu sifat petani yang masih subsisten hanya memandang bahwa usaha tani hanya untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarga. Sehingga masalah harga di pasar tidak begitu diperhitungkan. Bahkan ada beberapa petani subsisten lebih memilih untuk menyimpan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga, apalagi untuk usaha tani skala kecil. Hal ini menyebabkan ketimpangan harga yang semakin parah karena ketersediaan barang dan permintaan tidak seimbang.
Seharusnya pemerintah dapat membuat kebijakan pertanian lebih baik lagi yang mampu mencapai kesejahteraan nasional baik untuk produsen maupun konsumen. Khususnya dalam penentuan harga pasar pemerintah harus mampu ikut andil di dalamnya agar tidak terjadi monopoli pasar pertanian. Perlu pula diadakan kebijakan harga dan pendapatan agar terjadi stabilitas harga hasil-hasil pertanian dan pengawasan atas kebijakan ini agar tidak muncul penyimpangan-penyimpangan. Selain itu, perlu adanya tindak pidana bagi pelaku-pelaku yang melakukan permainan harga pasar. Pemerintah juga perlu mengadakan penyuluhan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan bidang pasca panen, pengolahan serta pemasaran hasil pertanian. Hal ini dimaksudkan agar petani tidak tergantung pada pedagang besar, sehingga permainan pasar yang merugikan petani dapat dikendalikan. Serta mengembangkan kelembagaan usaha pelayanan pascapanen, pengolahan dan pemasaran yang langsung dikelola oleh petani.



PERBEDAAN KLASIFIKASI IKLIM MENURUT SCHIMDT-FERGUSON DAN OLDEMAN

Iklim merupakan gabungan berbagai kondisi cuaca sehari-hari atau merupakan rerata cuaca, sehingga iklim tersusun atas berbagai unsur yang variasinya besar. Meskipun perilaku iklim di bumi cukup rumit tetapi ada kecenderungan karateristik dan pola tertentu dari unsur iklim di berbagai daerah yang letaknya saling berjauhan bila faktor utamanya sama. Adanya kesamaan sifat tersebut menjadi dasar untuk mengelompokkan iklim dalam kelas-kelas tertentu yang disebut dengan klasifikasi iklim. Klasifikasi iklim penting diketahui dalam usaha tani sebagai landasan dalam manajemen usaha pertanian. Hal ini berhubungan dengan pengaruh iklim terhadap usaha tani. Klasifikasi iklim berguna untuk memperoleh informasi mengenai iklim dalam bentuk yang umum dan sederhana. Klasifikasi iklim yang banyak digunakan adalah klasifikasi iklim menurut Schimdth-Ferguson dan Oldeman. Kedua klasifikasi tersebut memiliki perbedaan yang akan dijelaskan berikut ini.

Klasifikasi Iklim Menurut Schimdt-Ferguson
Schmidt Ferguson mengkasifikasikan iklim berdasarkan ukuran bulan basah, bulan lembab dan bulan kering. Kriteria tersebut mengacu pada jumlah curah hujan yang diterima setiap daerah. Klasifikasi iklim Schmidt Ferguson dikembangkan pada tahun 1950. Schmidt adalah  guru besar dan pejabat Direktur Lembaga Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, sedangkan Ferguson adalah seorang guru besar pengelolaan hutan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada waktu itu. Mereka berdua membuat klasifikasi iklim ini dengan alasan sistem klasifikasi yang telah dikenal seperti Koppen, Thornwaite dan Thornwaite kurang sesuai dengan keadaan di Indonesia khususnya mengenai teknik menilai curah hujan. 
Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai berikut :
Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.
Bulan Kering (BK) : jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/bulan
Schmidt dan Ferguson menentukan BB, BL dan BK tahun demi tahun selama pengamatan, yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Penentuan tipe iklimnya mempergunakan tipe iklimnya dengan mempergunakan nilai Q yaitu:
Q : Banyak Bulan Kering  x 100%
     Banyak Bulan Basah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqIn0K-XEka3tXU9Z4mOmR3fnXGKRPPBQN7S7lXAByO8ad_ZgKoDW3maEbip42BNBeYzKS6F5bdizr7M7IJyyjGcC8U_vxKpmb6Jox9O6H7DyT3cDeApiWPf3oAQhbIHf0m1T1xDUxf4/s1600/hal_9.jpg

Berdasarkan besarnya nilai Q, maka tipe iklim Schmidt Ferguson digolongkan ke dalam tipe berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqd-9IREQ8XppGedd_wGFHhjJFwERtDwcEJgxi58C8e4ldiaw7b6h88IWSgWF0bKegY9U3qnFnqojEC4SV6txo4m-f8KgPPaYRiCa61y7UFzTQg8l5fAvVI55PejUrJvKAXpIs9pd0tlQ/s400/image107.png
Tipe –tipe hujan diatas mempunyai ciri vegetasi tertentu sebagai berikut :
1. Tipe A : daerah sangat basah dengan ciri vegetasi hutan hujan tropika
2. Tipe B : daerah basah dengan ciri vegetasi hutan hujan tropika
3. Tipe C : daerah agak basah dengan ciri vegetasi hutan rimba, diantara jenis vegetasi yang gugur daunnya pada periode musim kemarau, diantaranya jati
4. Tipe D : daerah sedang dengan ciri vegetasi hutan musim
5. Tipe E : daerah agak kering dengan ciri vegetasi hutan sabana
6. Tipe F : daerah kering dengan ciri vegetasi hutan sabana
7. Tipe G : daerah sangat kering dengan ciri vegetasi padang ilalang
8. Tipe H : daerah ekstrim kering dengan ciri vegetasi padang ilalang


Iklim Menurut Oldeman
Penentuan iklim menurut Oldeman menggunakan dasar yang sama dengan penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson, yaitu unsur curah hujan. Bulan basah dan bulan kering dikaitkan dengan kegiatan pertanian di daerah tertentu sehingga penggolongan iklimnya disebut juga zona agroklimat. Misalnya, jumlah curah hujan sebesar 200 mm tiap bulan dipandang cukup untuk membudidayakan padi sawah. Sedang untuk membudidayakan palawija, jumlah curah hujan minimal yang diperlukan adalah 100 mm tiap bulan. Selain itu, musim hujan selama 5 bulan dianggap cukup untuk membudidayakan padi sawah selama satu musim.
Dalam metode ini, dasar penentuan bulan basah, bulan lembap, dan bulan kering sebagai berikut:
a.       Bulan basah, apabila curah hujan > 200 mm.
b.      Bulan lembab, apabila curah hujan anatar 100-200 mm.
c.       Bulan kering, apabila curah hujan < 100 mm
Berdasarkan bulan basah, Oldeman menentukan lima klasifikasi iklim atau daerah agroklimat utama seperti tabel berikut ini.

Berikut ini adalah tipe-tipe iklim menurut Oldeman
1.    Iklim A : jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
2.    Iklim B : jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
3.    Iklim C : jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan.
4.    Iklim D : jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan.
5.    Iklim E : jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.


Sumber Bacaan
Setiawan, A. 2013. Klasifikasi Iklim Schimdth-Ferguson. http://geograph88. blogspot.com/2013/03/klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson.html. Diakses tanggal 27 November 2013.



Wibowo, C.2011. Analisis Sebaran Iklim Klasifikasi Schmidt – Ferguson Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Bantaeng Sulawesi – Selatan.Skripsi.Makassar: Program Studi Keteknikan Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

PERILAKU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DITINJAU DARI TEORI ETIKA

Etika menjadi suatu yang penting dalam kehidupan. Etika mengatur bagaimana manusia harus bertindak atau berperilaku dalam kehidupan sehari hari. Di dalam etika diajarkan bagaimana manusia hidup dengan baik secara moral. Etika mengajarkan manusia dalam menentukan hal yang dianggap baik dan penting dalam kehidupan. Dengan etika manusia bisa menentukan hal baik yang harus dilakukan dan hal buruk yang harus dihindari. Sekaligus berarti,  etika dapat dijadikan pedoman dan pegangan dalam menentukan kriteria suatu tindakan, bagaimana suatu tindakan dinilai secara baik atau buruk secara moral. Teori etika dibagi menjadi tiga, yaitu teori Deontologi, teori teleologi, dan teori keutamaan.

Teori Deontologi
           
Deontologi berasal dari bahasa Yunani deon, yang berarti kewajiban dan logos berarti ilmu atau teori. Menurut teori Deontologi, suatu tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan sesuai atau tidak tindakan tersebut dengan kewajiban. Sebagai contoh:
Seorang yang mencuri motor di salah satu kos-kosan di jalan Kalimantan. Dia melakukan aksinya ini pada malam hari, saat motor milik salah satu anak kos ditaruh di halaman. Kasus ini baru diketahui oleh si pemilik kos dan anak kos beberapa jam kemudian. Saat pemilik motor hendak menaruh motornya di garasi. Menurut teori Deontologi pencuri ini melakukan perbuatan yang buruk, karena  si pencuri tidak melakukan kewajibannya sebagai manusia yang baik. Dia telah mengambil hak milik orang lain tanpa izin dan ini merupakan suatu perbuatan yang buruk, sehingga wajib dihindari. Dalam teori deontologi suatu tindakan dianggap baik karena tindakan tersebut baik bagi dirinya sendiri, sehingga merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan. Sedangkan suatu tindakan dianggap buruk secara moral karena tindakan itu memang buruk secara moral, sehingga tindakan tersebut bukan suatu kewajiban yang harus dilakukan bahkan dihindari.     

Teori Teleologi

            Teleologi berasal dari bahasa Yunani telos, yang berarti tujuan, dan logos yang berarti ilmu. Teori ini menilai suatu perbuatan baik atau buruk dilihat dari tujuan/akibat dari perbuatan tersebut. Jadi suatu perbuatan dinilai baik kalu bertujuan dan berakibat baik. Sebaliknya, suatu perbuatan dinilai buruk apabila bertujuan dan berakibat buruk. Sebagai contoh:
Di beberapa toko-toko sering memberi uang kembali berupa permen. Hal ini bertujuan agar uang receh tidak cepat habis dan permen menjadi laku. Akibatnya, banyak permen terbuang karena tidak semua orang suka permen. Menurut teori teleologi perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang buruk karena bertujuan buruk dan berakibat buruk. Si Penjual bertujuan agar uang recehnya tidak cepat habis, berarti dia hanya ingin untung sendiri dan hal ini termasuk perbuatan yang bertujuan buruk. Selain itu, akibat yang ditimbulkan adalah banyak permen terbuang. Hal ini akan mengakibatkan penumpukan sampah anorganik yang akan sulit untuk diolah. Sekaligus juga, hal ini sangat merugikan bagi konsumen yang tidak suka permen. Para konsumen tersebut seharusnya masih memiliki beberapa uang receh untuk investasi atau menabung, tetapi karena uang tersebut dikembalikan dalam bentuk permen mereka tidak dapat menikmati manfaat uang receh tersebut.

Teori Keutamaan

            Teori keutamaan tidak mempersoalkan suatu tindakan berdasarkan kewajiban dan akibat dari suatu tindakan. Teori keutamaan lebih mengutamakan pada pengembangan karakter moral pada diri setiap orang. Sebagai contoh:
Rina adalah seorang pekerja keras. Dia orang yang tidak pernah putus asa dalam melakukan segala hal.  Dia berusaha untuk selalu sabar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang menghampirinya. Saat menemui kesulitan dalam belajar, dia berusaha untuk tidak pasrah dan menyerah. Dia terus mencoba sampai dia merasa bisa dan tidak kesulitan dalam belajar. Dia tidak ingin menjadi orang yang mudah menyerah karena dia meneladani sifat nabi Muhammad. Setelah memahami dan mempelajari seksama pengalaman hidup nabi Muhammad, dia merasa tidak pantas untuk mudah menyerah. Menurutnya pengalaman hidup nabi Muhammad jauh lebih berat dari yang dialaminya selama ini, tapi beliau mampu sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup dan akhirnya kesuksesan yang beliau dapat. Teori keutamaan menekankan pentingnya sejarah, dan cerita dongeng serta wayang. Diharapkan dari cerita tersebut kita dapat menghayati dan mempraktikan  kehebatan moral para tokoh besar. Dengan kata lain, tokoh dan teladan yang ada dalam cerita menjadi model untuk kita tiru. Seperti Rina yang meneladani sifat nabi Muhammad. Sehingga terjadi pengembangan karakter moral dalam diri Rina karena menghayati dan mempraktikan sifat nabi Muhammad.         
                  













DAFTAR PUSTAKA


Keraf, A.S.2010.Etika Lingkungan Hidup.Jakarta: Penerbit Buku kompas   

Struktur Sel Tumbuhan dan Fungsinya

Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Walaupun sel adalah unit terkecil, tetapi sel memilki struktur. Struktur sel tersebut terdiri atas beberapa organel-organel sel. Beberapa organel-organel tersebut memiliki fungsi masing-masing, diantaranya:
1.      Membran Sel
Membran sel melekat pada dinding sel dan teramat tipis. Membran sel tersusun atas fosfolipid dan protein (lipoprotein). Membran sel sering dikatakan semi permeabel yang berarti molekul air dapat menembus membran tersebut, tetapi bahan yang terlarut dalam air tidak dapat menembus membran tersebut. Membran merupakan bagian terluar dari sel hewan maupun tumbuhan. Membran sel berfungsi mengatur keluar masuknya zat ke dalam sel atau organel-organel sel. Sebenarnya membran tidak sepenuhnya bersifat semi permeabel, tetapi tetap saja molekul-molekul air akan lebih leluasa menembus membran daripada dengan ion-ion atau senyawa lainnya. Membran sel juga memberikan batas yang fleksibel antara isi sel dan luar sel, serta melindungi dan membungkus isi sel.
2.      Dinding Sel
Dinding sel adalah bagian sel yang terluar setelah membrane sel. Dinding sel bersifat kaku, sehingga bentuknya tidak berubah-ubah. Pada saat masih muda dinding sel tersusun oleh selulose polisakarida yang memiliki daya renggang. Sehingga dinding sel masih berbentuk tipis dan lentur. Namun, lama-kelamaan dinding sel akan mengalami proses lignifikasi atau penebalan oleh zat lignin. Melalui proses tersebut, dinding sel akan menjadi keras, kaku, dan tahan terhadap tekanan. Fungsi Dinding sel adalah memberikan bentuk sel dan melindungi sel.
3.      Nukleus
Bagian sel berbentuk bulat atau lonjong yang terdapat di bagian tengah atau tepi sel dan dilindungi oleh membran inti. Nukleus berfungsi sebagai pengendali seluruh kegiatan sel. Didalam nucleus terdapat beberapa bagian-bagian, diantranya:
a.       Nukleolus (anak inti), yang berfungsi menyintesis berbagai macam molekul RNA yang digunakan dalam pembuatan ribosom.
b.      Nukleoplasma (cairan initi) merupakan zat yang tersusun dari protein.
c.       Butiran kromatin terdapat pada nukleoplasma, tampak jelas pada saat terjadi pembelahan sel. Padas sat pembelahan sel, butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandungDNA yang berfungsi menyampaikan informasi genetic melalui sintesis protein.
4.      Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang terletak di sebelah dalam membran sel tetapi di luar nukleoplasma. Sitoplasma merupakan cairan yang bersifat koloid, tempat organel-organel sel berada. Sitoplasma berfungsi sebagai sumber bahan kimia penting bagi sel dan tempat terjadinya reaksi metabolisme.
5.      Retikulum endoplasma
Retikulum endoplasma terdiri atas dua bagian penting yang sempit. Retikulum endoplasam terdiri dari reticulum endoplasma halus dan retikulum endoplasma kasar. Retikulum endoplasma berfungsi untuk membentuk jaringan system sirkulasi intraseluler, menyediakan enzim-enzim, transportasi berbagai zat, berperan dalam pembentukan fostolipid, kolesterol dan karbohidrat.
6.      Ribosom
Ribosom banyak dijumpai dalam sel, ada yang melekat pada membran retikulum endoplasma, pada permukaan luar membran inti sel, dan ada yang berada bebas dalam sitoplasma sel. Ribosom tersusun oleh RNA dan protein, terdapat pada semua sel hidup. Ribosom befungsi untuk proses sintesis protein, baik menyintesis protein-protein untuk diekskresikan ke luar sel maupun menyintesis protein untuk keperluan di dalam sel.
7.      Badan Golgi
Terdiri dari beberapa tumpukan piring pipih dengan bagian tepi yang keriting menggelumbung. Piringan-piringan ini dikelilingi oleh bulatan-bulatan kecil, sehingga membentuk suatu badan. Fungsi badan golgi adalah untuk menunjang perkembangan membran plasma dan menyediakan bahan penyusun dinding sel.
8.      Lisosom
Bagian sel yang berbentuk kantung kecil, agak bulat, dan dibatasi membran tunggal. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi. Lisosom dibagi menjadi dua yaitu, lisosom primer dan lisosom sekunder. Lisosom primer merupkan lisosom yang baru terbentuk, sedangkan lisosom sekunder merupkan lisosom yang telah lama dan telah memproses sel. Lisosom berfungsi mencerna polisakarida, fosfolipid, lipid, dan protein, Selain itu, lisososm juga mencerna dan menguraikan organel sel yang sudah tua atau rusak, serta berperan dalam autolysis (proses kematian sel).
9.      Mitokondria
Mitokondria terkandung dalam setiap sel tumbuhan yang hidup, berjumlah sekitar 20 mitokondria. Dalam sel tumbuha bentuk mitokondria beragam, ada yang berbentuk bulat atau memanjang. Mitokondria terdiri dari dua lapisan membrane, yaitu lapisan membran dalam dan lapisan membran luar. Lapisan membran dalam membentuk lipatan-lipatan yang disebut Krista. Mitokondria mengandung cairan yang mengandung lemak, DNA sirkuler dan ribosom. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil energy karena terlibat dalam proses respirasi sel.
10.  Kloroplas
Kloroplas berbentuk cakram , berwarna hijau karena mengandung klorofil. Warna hijau pada daun disebabkan adanya 1 atau 2 persen klorofil dalam plastid yang menempati hanya sebagian kecil volume daun. Kloroplas banyak dijumpai pada jaringan tiang dan jaringan karang di daun. Kloroplas banyak tersebar di dalam sitoplasma pada sel-sel fotosintetik dan merupakan organel terbesar di dalam sitoplasma. Pada membrane internal kloroplas terdapat pigmen fotosintesis. Pigmen ini banyak terdapat pada permukaan luar membran internal yang disebut tilakoid. Pada posisi tertentu, tilakoid akan menumpuk rapi membentuk struktur yang disebut granum atau grana. Granum yang satu dan yang lain saling terhubung oleh tilakoid didalam matrik kloroplas yang disebut stroma. Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotointesis.  
11.  Vakuola

Vakuola merupakan suatu daerah yang berisi cairan sel dan dikelilingi membrane vakuola. Vakuola pada tumbuhan berukuran besar dan merupakan vakuola sentral. Vakuola sentral memungkinkan sel tumbuhan untuk tumbuh membesar. Fungsi dari vakuola adalah menyimpan asam amino, bahan organik, glukosa, gas, garam-garam kristal, minyak astiri, dan alkaloid. Selain itu, pada bunga vakuola berfungsi menyimpan pigmen untuk menarik serangga penyerbukan.

Minggu, 26 Januari 2014

PERTANIAN

PERSAINGAN GULMA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS) DENGAN TANAMAN  BUDIDAYA



ABSTRAK

Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Gulma dapat menyebabkan produksi pertanian menurun baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat maupun dalam bentuk perkebunan pasar. Salah satu dari gulma adalah rumput teki (Cyperus Rotundus). Cyperus Rotundus termasuk dalam gulma teki, hidup di darat pada tanah kering atau tegalan, tergolong tumbuhan monokotil, memiliki akar serabut, daun berpita, termasuk gulma tahunan dengan perkembangbiakkan melalui umbi akar. Kemampuan berkembang umbi teki menjadikan teki tahan sentuhan. Rumput teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan berdaptasi tinggi dengan berbagai jenis tanah. Persaingan antara gulma dapat menimbulkan dampak negatif bagi tanaman budidaya. Persaingan dapat berupa pengeluaran senyawa beracun yang disebut allelopati. Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat ditemukan di setiap organ tumbuhan. Persaingan ini sangat memungkinkan tanaman budidaya kalah dlam persaingan dan sangat menguntungkan gulma untuk menguasai lahan pertanaman.

Kata kunci: Gulma, Persaingan, Allelopati.


PENDAHULUAN
Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh pada waktu, tempat, dan kondisi yang tidak diinginkan manusia. Pengertian lainnya adalah tumbuhan yang mempunyai nilai negatif (merugikan kepentingan manusia baik langsung maupun tidak langsung) melebihi nilai positif (daya-gunanya bagi manusia). Gulma dapat menyebabkan produksi pertanian menurun baik yang diusahakan dalam bentuk pertanian rakyat maupun dalam bentuk perkebunan pasar.
Gulma dalam agroekosistem menimbulkan beberapa masalah penting, yaitu berkompetisi dengan tanaman budidaya terhadap sumber daya, mempersulit pemeliharaan tanaman, sebagai inang pengganti hama dan patogen penyebab penyakit tumbuhan, menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman, sehingga mengakibatkan kerugian finansial (Sukarto et al, 2011: 75).    
Salah satu dari gulma adalah rumput teki  (Cyperus Rotundus). Cyperus Rotundus termasuk dalam gulma tekian, hidup di darat pada tanah kering atau tegalan, tergolong tumbuhan monokotil, memiliki akar serabut, berdaun pita, termasuk gulma tahunan dengan perkembangbiakkan melalui umbi akar. Kemampuan berkembang umbi-umbi teki menjadi tumbuhan baru membuat teki tahan menghadapi tekanan yang sifatnya berupa sentuhan bagian atas tanah. Rumput teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan tinggi untuk beradaptasi dengan beragam jenis tanah, sehingga gulma ini hampir selalu ada di sekitar tanaman budidaya.

PEMBAHASAN
            Tumbuhnya gulma teki (Cyperus Rotundus) disekitar tanaman budidaya menyebabkan persaingan antara gulma dan tanaman budidaya. Persaingan menimbulkan dampak negatif  berupa penurunan aktivitas pertumbuhan dan penurunan kemampuan untuk berproduksi. Respon nyata sebagai manifestasi persaingan adalah tanaman menjadi kerdil, terjadi klorosis atau kondisi kekurangan makan dan habitus seolah mati. Disamping itu juga, terjadi pengurangan jumlah dan ukuran organ tanaman.
            Persaingan gulma teki (Cyperus Rotundus) dengan tanaman budidaya yang terjadi dapat berupa pengeluaran senyawa beracun. Tumbuhan dapat bersaing antar sesama tumbuhan dengan cara interaksi biokimia. Interaksi biokimia, yaitu salah satu tumbuhan mengeluarkan senyawa beracun ke sekitarnya yang dapat mengganggu pertumbuhan tumbuhan lain. Senyawa beracun ini disebut allelopati. Interaksi biokimia antara gulma teki (Cyperus Rotundus) dan pertanaman tumbuhan lain, yaitu menyebabkan gangguan perkecambahan biji, kecambah menjadi abnormal, pertumbuhan memanjang akar terhambat, perubahan sususnan sel-sel akar.
            Senyawa-senyawa kimia yang mempunyai potensi allelopati dapat ditemukan di setiap organ tumbuhan, antara lain pada daun, batang, akar, rhizoma, buah, biji, dan umbi serta bagian-bagian tumbuhan yang membusuk. Pada umumnysa senyawa yang dikeluarkan adalah senyawa dari golongan fenol. Teki (Cyperus Rotundus) yang masih hidup mengeluarkan senyawa allelopati lewat organ di bawah tanah, sedang pada teki (Cyperus Rotundus) yang sudah mati dapat mengeluarkan senyawa allelopati lewat organ di bawah tanah maupun di atas tanah.
            Persaingan berupa pengeluaran allelopati sangat memungkinkan tanaman budidaya kalah dalam persaingan ini dan sangat menguntungkan gulma teki (Cyperus Rotundus) untuk menguasai lahan pertanaman. Ketidakmampuan tanaman budidaya untuk bertahan dari allelopati yang dikeluarkan gulma teki (Cyperus Rotundus) membuat tanaman budidaya akan mati. Selain itu, gulma teki (Cyperus Rotundus) mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi. Sehingga, gulma ini akan tetap mampu bertahan dalam berbagai keadaan lingkungan yang ekstrem sekalipun, seperti kekeringan.

PENUTUP
Persaingan antara gulma teki (Cyperus Rotundus) dan tanaman budidaya dapat menimbulkan dampak negatif  bagi tanaman budidaya. Persaingan dapat berupa pengeluaran senyawa kimia beracun yang disebut allelopati. Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat ditemukan di setiap bagian organ tumbuhan. Persaingan ini memungkinkan tanaman budidaya kalah dalam persaingan dan sangat menguntungkan gulma teki (Cyperus Rotundus).

DAFTAR PUSTAKA


Soekarto, dkk.2011.Petunjuk Praktikum: Mata Kuliah Agroekologi Aspek Perlindungan Tanaman.Fakultas Pertanian Universitas Jember