Sabtu, 27 Februari 2016

PERBEDAAN KLASIFIKASI IKLIM MENURUT SCHIMDT-FERGUSON DAN OLDEMAN

Iklim merupakan gabungan berbagai kondisi cuaca sehari-hari atau merupakan rerata cuaca, sehingga iklim tersusun atas berbagai unsur yang variasinya besar. Meskipun perilaku iklim di bumi cukup rumit tetapi ada kecenderungan karateristik dan pola tertentu dari unsur iklim di berbagai daerah yang letaknya saling berjauhan bila faktor utamanya sama. Adanya kesamaan sifat tersebut menjadi dasar untuk mengelompokkan iklim dalam kelas-kelas tertentu yang disebut dengan klasifikasi iklim. Klasifikasi iklim penting diketahui dalam usaha tani sebagai landasan dalam manajemen usaha pertanian. Hal ini berhubungan dengan pengaruh iklim terhadap usaha tani. Klasifikasi iklim berguna untuk memperoleh informasi mengenai iklim dalam bentuk yang umum dan sederhana. Klasifikasi iklim yang banyak digunakan adalah klasifikasi iklim menurut Schimdth-Ferguson dan Oldeman. Kedua klasifikasi tersebut memiliki perbedaan yang akan dijelaskan berikut ini.

Klasifikasi Iklim Menurut Schimdt-Ferguson
Schmidt Ferguson mengkasifikasikan iklim berdasarkan ukuran bulan basah, bulan lembab dan bulan kering. Kriteria tersebut mengacu pada jumlah curah hujan yang diterima setiap daerah. Klasifikasi iklim Schmidt Ferguson dikembangkan pada tahun 1950. Schmidt adalah  guru besar dan pejabat Direktur Lembaga Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, sedangkan Ferguson adalah seorang guru besar pengelolaan hutan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada waktu itu. Mereka berdua membuat klasifikasi iklim ini dengan alasan sistem klasifikasi yang telah dikenal seperti Koppen, Thornwaite dan Thornwaite kurang sesuai dengan keadaan di Indonesia khususnya mengenai teknik menilai curah hujan. 
Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai berikut :
Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.
Bulan Kering (BK) : jumlah curah hujan kurang dari 60 mm/bulan
Schmidt dan Ferguson menentukan BB, BL dan BK tahun demi tahun selama pengamatan, yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Penentuan tipe iklimnya mempergunakan tipe iklimnya dengan mempergunakan nilai Q yaitu:
Q : Banyak Bulan Kering  x 100%
     Banyak Bulan Basah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqIn0K-XEka3tXU9Z4mOmR3fnXGKRPPBQN7S7lXAByO8ad_ZgKoDW3maEbip42BNBeYzKS6F5bdizr7M7IJyyjGcC8U_vxKpmb6Jox9O6H7DyT3cDeApiWPf3oAQhbIHf0m1T1xDUxf4/s1600/hal_9.jpg

Berdasarkan besarnya nilai Q, maka tipe iklim Schmidt Ferguson digolongkan ke dalam tipe berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqd-9IREQ8XppGedd_wGFHhjJFwERtDwcEJgxi58C8e4ldiaw7b6h88IWSgWF0bKegY9U3qnFnqojEC4SV6txo4m-f8KgPPaYRiCa61y7UFzTQg8l5fAvVI55PejUrJvKAXpIs9pd0tlQ/s400/image107.png
Tipe –tipe hujan diatas mempunyai ciri vegetasi tertentu sebagai berikut :
1. Tipe A : daerah sangat basah dengan ciri vegetasi hutan hujan tropika
2. Tipe B : daerah basah dengan ciri vegetasi hutan hujan tropika
3. Tipe C : daerah agak basah dengan ciri vegetasi hutan rimba, diantara jenis vegetasi yang gugur daunnya pada periode musim kemarau, diantaranya jati
4. Tipe D : daerah sedang dengan ciri vegetasi hutan musim
5. Tipe E : daerah agak kering dengan ciri vegetasi hutan sabana
6. Tipe F : daerah kering dengan ciri vegetasi hutan sabana
7. Tipe G : daerah sangat kering dengan ciri vegetasi padang ilalang
8. Tipe H : daerah ekstrim kering dengan ciri vegetasi padang ilalang


Iklim Menurut Oldeman
Penentuan iklim menurut Oldeman menggunakan dasar yang sama dengan penentuan iklim menurut Schmidt-Ferguson, yaitu unsur curah hujan. Bulan basah dan bulan kering dikaitkan dengan kegiatan pertanian di daerah tertentu sehingga penggolongan iklimnya disebut juga zona agroklimat. Misalnya, jumlah curah hujan sebesar 200 mm tiap bulan dipandang cukup untuk membudidayakan padi sawah. Sedang untuk membudidayakan palawija, jumlah curah hujan minimal yang diperlukan adalah 100 mm tiap bulan. Selain itu, musim hujan selama 5 bulan dianggap cukup untuk membudidayakan padi sawah selama satu musim.
Dalam metode ini, dasar penentuan bulan basah, bulan lembap, dan bulan kering sebagai berikut:
a.       Bulan basah, apabila curah hujan > 200 mm.
b.      Bulan lembab, apabila curah hujan anatar 100-200 mm.
c.       Bulan kering, apabila curah hujan < 100 mm
Berdasarkan bulan basah, Oldeman menentukan lima klasifikasi iklim atau daerah agroklimat utama seperti tabel berikut ini.

Berikut ini adalah tipe-tipe iklim menurut Oldeman
1.    Iklim A : jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
2.    Iklim B : jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
3.    Iklim C : jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan.
4.    Iklim D : jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan.
5.    Iklim E : jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.


Sumber Bacaan
Setiawan, A. 2013. Klasifikasi Iklim Schimdth-Ferguson. http://geograph88. blogspot.com/2013/03/klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson.html. Diakses tanggal 27 November 2013.



Wibowo, C.2011. Analisis Sebaran Iklim Klasifikasi Schmidt – Ferguson Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Bantaeng Sulawesi – Selatan.Skripsi.Makassar: Program Studi Keteknikan Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar