Sabtu, 27 Februari 2016

PERMAINAN HARGA DI PASAR PERTANIAN

Pertanian merupakan sektor yang penting bagi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia merupakan Negara agraris dan masyarakat banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini. Akan tetapi sektor pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, buktinya Negara kita masih belum mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional. Selain itu, banyak dari petani yang masih tergolong miskin. Bahkan masalah pertanian di Indonesia termasuk banyak dan kompleks.
Salah satu permasalahan yang paling mencolok adalah masalah harga di pasaran untuk komoditi pertanian. Seringkali harga jual petani kepada tengkulak atau penadah itu lebih rendah daripada harga di pasaran dan adanya fluktuasi harga suatu komoditi yang tidak wajar, seperti harga cabe dan bawang. Seperti yang kita ketahui harga cabe dan bawang sangat tidak stabil, mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menunjukkan adanya indikasi monopoli oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi permainan-permainan harga yang merugikan petani. Meskipun masalah ini bukan masalah baru, tetapi pemerintah masih belum mampu untuk mengatasinya.
Pemerintah terkesan kurang perhatian mengenai masalah ini, karena dari tahun ke tahun masalah harga berulang-ulang terjadi. Apabila dikoreksi lagi kebanyakan kebijakan pemerintah hanya membantu usaha tani sebatas pada pra panen, seperti menyediakan bibit unggul, menyediakan pupuk bersubsidi, dan lain sebagainya. Sebenarnya secara logika kebijakan pemerintah tersebut dapat mengurangi biaya produksi. Akan tetapi tidak cukup di situ saja karena masalah harga pasar juga perlu dipertimbangkan. Apabila terjadi kecurangan-kecurangan oleh pihak tengkulak maupun pedagang besar, seperti penimbunan barang. Sehingga usaha tani pasca panen  sepertinya kurang diperhatikan. Hal ini mengakibatkan petani tidak dapat menikmati hasil dari produk usaha tani secara maksimal, karena selanjutnya akan dikuasai oleh tengkulak dan pedagang-pedagang besar.
Pengetahuan petani mengenai harga-harga di pasar juga kurang sehingga mudah sekali untuk pedagang besar melakukan permainan harga. Selain itu sifat petani yang masih subsisten hanya memandang bahwa usaha tani hanya untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarga. Sehingga masalah harga di pasar tidak begitu diperhitungkan. Bahkan ada beberapa petani subsisten lebih memilih untuk menyimpan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga, apalagi untuk usaha tani skala kecil. Hal ini menyebabkan ketimpangan harga yang semakin parah karena ketersediaan barang dan permintaan tidak seimbang.
Seharusnya pemerintah dapat membuat kebijakan pertanian lebih baik lagi yang mampu mencapai kesejahteraan nasional baik untuk produsen maupun konsumen. Khususnya dalam penentuan harga pasar pemerintah harus mampu ikut andil di dalamnya agar tidak terjadi monopoli pasar pertanian. Perlu pula diadakan kebijakan harga dan pendapatan agar terjadi stabilitas harga hasil-hasil pertanian dan pengawasan atas kebijakan ini agar tidak muncul penyimpangan-penyimpangan. Selain itu, perlu adanya tindak pidana bagi pelaku-pelaku yang melakukan permainan harga pasar. Pemerintah juga perlu mengadakan penyuluhan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan bidang pasca panen, pengolahan serta pemasaran hasil pertanian. Hal ini dimaksudkan agar petani tidak tergantung pada pedagang besar, sehingga permainan pasar yang merugikan petani dapat dikendalikan. Serta mengembangkan kelembagaan usaha pelayanan pascapanen, pengolahan dan pemasaran yang langsung dikelola oleh petani.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar