Sabtu, 27 Februari 2016

PERILAKU DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DITINJAU DARI TEORI ETIKA

Etika menjadi suatu yang penting dalam kehidupan. Etika mengatur bagaimana manusia harus bertindak atau berperilaku dalam kehidupan sehari hari. Di dalam etika diajarkan bagaimana manusia hidup dengan baik secara moral. Etika mengajarkan manusia dalam menentukan hal yang dianggap baik dan penting dalam kehidupan. Dengan etika manusia bisa menentukan hal baik yang harus dilakukan dan hal buruk yang harus dihindari. Sekaligus berarti,  etika dapat dijadikan pedoman dan pegangan dalam menentukan kriteria suatu tindakan, bagaimana suatu tindakan dinilai secara baik atau buruk secara moral. Teori etika dibagi menjadi tiga, yaitu teori Deontologi, teori teleologi, dan teori keutamaan.

Teori Deontologi
           
Deontologi berasal dari bahasa Yunani deon, yang berarti kewajiban dan logos berarti ilmu atau teori. Menurut teori Deontologi, suatu tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan sesuai atau tidak tindakan tersebut dengan kewajiban. Sebagai contoh:
Seorang yang mencuri motor di salah satu kos-kosan di jalan Kalimantan. Dia melakukan aksinya ini pada malam hari, saat motor milik salah satu anak kos ditaruh di halaman. Kasus ini baru diketahui oleh si pemilik kos dan anak kos beberapa jam kemudian. Saat pemilik motor hendak menaruh motornya di garasi. Menurut teori Deontologi pencuri ini melakukan perbuatan yang buruk, karena  si pencuri tidak melakukan kewajibannya sebagai manusia yang baik. Dia telah mengambil hak milik orang lain tanpa izin dan ini merupakan suatu perbuatan yang buruk, sehingga wajib dihindari. Dalam teori deontologi suatu tindakan dianggap baik karena tindakan tersebut baik bagi dirinya sendiri, sehingga merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan. Sedangkan suatu tindakan dianggap buruk secara moral karena tindakan itu memang buruk secara moral, sehingga tindakan tersebut bukan suatu kewajiban yang harus dilakukan bahkan dihindari.     

Teori Teleologi

            Teleologi berasal dari bahasa Yunani telos, yang berarti tujuan, dan logos yang berarti ilmu. Teori ini menilai suatu perbuatan baik atau buruk dilihat dari tujuan/akibat dari perbuatan tersebut. Jadi suatu perbuatan dinilai baik kalu bertujuan dan berakibat baik. Sebaliknya, suatu perbuatan dinilai buruk apabila bertujuan dan berakibat buruk. Sebagai contoh:
Di beberapa toko-toko sering memberi uang kembali berupa permen. Hal ini bertujuan agar uang receh tidak cepat habis dan permen menjadi laku. Akibatnya, banyak permen terbuang karena tidak semua orang suka permen. Menurut teori teleologi perbuatan tersebut termasuk perbuatan yang buruk karena bertujuan buruk dan berakibat buruk. Si Penjual bertujuan agar uang recehnya tidak cepat habis, berarti dia hanya ingin untung sendiri dan hal ini termasuk perbuatan yang bertujuan buruk. Selain itu, akibat yang ditimbulkan adalah banyak permen terbuang. Hal ini akan mengakibatkan penumpukan sampah anorganik yang akan sulit untuk diolah. Sekaligus juga, hal ini sangat merugikan bagi konsumen yang tidak suka permen. Para konsumen tersebut seharusnya masih memiliki beberapa uang receh untuk investasi atau menabung, tetapi karena uang tersebut dikembalikan dalam bentuk permen mereka tidak dapat menikmati manfaat uang receh tersebut.

Teori Keutamaan

            Teori keutamaan tidak mempersoalkan suatu tindakan berdasarkan kewajiban dan akibat dari suatu tindakan. Teori keutamaan lebih mengutamakan pada pengembangan karakter moral pada diri setiap orang. Sebagai contoh:
Rina adalah seorang pekerja keras. Dia orang yang tidak pernah putus asa dalam melakukan segala hal.  Dia berusaha untuk selalu sabar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup yang menghampirinya. Saat menemui kesulitan dalam belajar, dia berusaha untuk tidak pasrah dan menyerah. Dia terus mencoba sampai dia merasa bisa dan tidak kesulitan dalam belajar. Dia tidak ingin menjadi orang yang mudah menyerah karena dia meneladani sifat nabi Muhammad. Setelah memahami dan mempelajari seksama pengalaman hidup nabi Muhammad, dia merasa tidak pantas untuk mudah menyerah. Menurutnya pengalaman hidup nabi Muhammad jauh lebih berat dari yang dialaminya selama ini, tapi beliau mampu sabar dalam menghadapi segala cobaan hidup dan akhirnya kesuksesan yang beliau dapat. Teori keutamaan menekankan pentingnya sejarah, dan cerita dongeng serta wayang. Diharapkan dari cerita tersebut kita dapat menghayati dan mempraktikan  kehebatan moral para tokoh besar. Dengan kata lain, tokoh dan teladan yang ada dalam cerita menjadi model untuk kita tiru. Seperti Rina yang meneladani sifat nabi Muhammad. Sehingga terjadi pengembangan karakter moral dalam diri Rina karena menghayati dan mempraktikan sifat nabi Muhammad.         
                  













DAFTAR PUSTAKA


Keraf, A.S.2010.Etika Lingkungan Hidup.Jakarta: Penerbit Buku kompas   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar