Spodoptera exigua atau yang biasa dikenal dengan ulat daun bawang
mempunyai mempunyai beberapa variasi
warna yaitu hijau, cokelat muda, dan hitam kecoklatan. Ulat yang hidup di
dataran tinggi umumnya berwarna coklat. Imago betina meletakkan telur
pada daun bawang merah secara berkelompok dan ditutupi oleh bulu-bulu atau
sisik dari induknya. Tiap kelompok telur maksimum terdapat 80 butir. Jumlah
telur yang dihasilkan seekor betina sekitar 1.000 butir. Telur berwarna putih,
berbentuk bulat sampai bulat telur. Larva (ulat) muda terdiri dari enam instar kadang ada juga yang
lima instar. Larva berwarna hijau dengan garis-garis hitam pada punggungnya,
berukuran 1,2 – 1,5 mm. Sedangkan larva instar lanjut (2-5), berwarna hijau
(umumnya didataran rendah) dan berwarna cokelat (umumnya didataran tinggi),
dengan garis kuning pada punggungnya. Larva berukuran antara 1,5 – 19 mm, aktif
pada malam hari, dan stadium larva berlangsung selama 8-10 hari. Setelah
melalui instar akhir, larva mejatuhkan diri ke tanah untuk berkepompong (pupa).
Larva S.exigua mempunyai sifat polifag (pemakan segala) Pupa berwarna cokelat
muda dengan panjang 9-11 mm. Pupa berada di dalam tanah ± 1 cm, dan sering
dijumpai juga pada pangkal batang, terlindung di bawah daun kering. Lama hidup
pupa berkisar antara 6 – 7 hari. Siklus hidup dari telur sampai imago adalag 3
– 4 minggu. Ngengat mempunyai sayap depan berwarna cokelat tua dengan
garis-garis kurang tegas dan terdapat bintik-bintik hitam, rentangan sayap
antara 25-30 mm. Sayap belakang berwarna keputih-putihan dan tepinya
bergaris-garis hitam. Ngengat betina mulai bertelur pada umur 2-10 hari
Panjang ulat penggerek
daun ini sekitar 2,5 cm. Sejak telur menetas menjadi ulat, berkepompong, lalu
menjadi serangga dewasa membutuhkan waktu kurang lebih 23 hari. Hama ini mempunyai rentangan sayap ngengat yang panjangnya
antara 25-30 mm. Sayap depan berwarna coklat tua dengan garis-garis
yang kurang tegas dan terdapat pula bintik-bintik hitam. Sayap belakang
berwarna keputih-putihan dan tepinya bergaris-garis hitam.

Gejala
Serangan
Gejala
serangan Spodoptera exigua pada tanaman
bawang merah ditandai dengan adanya bercak putih transparan pada daun. Hama ini menyerang daun dengan menggerek ujung pinggiran daun,
terutama daun yang masih muda. Akibatnya, pinggiran dan ujung daun terlihat
bekas gigitan. Mula-mula Spodoptera exigua melubangi
bagian ujung daun lalu masuk ke dalam daun bawang. Akibatnya, ujung-ujung daun
nampak terpotong-potong. Selain itu, jaringan
bagian dalam daunpun dimakan pula. Akibat serangan ulat ini, daun bawang
terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih, akibatnya
daun jatuh terkulai.
Serangan yang berat menyebabkan sebagian besar
tanaman hampir rata dengan permukaan tanah. Sekitar 40% dari tanaman terserang
mampu membentuk tunas lagi, namun pertumbuhannya terhambat. Dari tanaman
semacam ini hasil yang dapat dipanen adalah “bawang jogod”, sebutan petani
setempat untuk umbi bawang yang berukuran kecil dan berwarna putih serta
dimanfaatkan sebagai sayur (Rauf, 1999).
Pengendalian
Cara pengendalian Spodoptera exigua dapat dilakukan secara
mekanis yaitu dengan mengambil telur dan larva yang ada di sekitar pertanaman
atau pada tanaman inang. Dapat pula pengendalian hama ini dilakukan dengan
pengendalian hayati. Pengendalian ini merupakan pengendalian dengan
memanfaatkan musuh alami seperti predator. Beberapa spesies predator antara lain laba-laba, Solenopsis sp.,
Paedorus sp., dan Euberellia sp. Pengendalian secara hayati memiliki keuntungan
yaitu aman, tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, dan tidak menyebabkan
resistensi.
Selain itu dapat pula
dilakukan pengendalian secara kultur teknis dan pengendalian kimiawi. Untuk
pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan memodifikasi kegiatan
pertanian agar lingkungan pertanaman menjadi tidak menguntungkan bagi
perkembangan hama. Usaha-usaha tersebut mencakup sanitasi, pengolahan tanah,
pergiliran tanaman, pemupukan berimbang, penggunaan mulsa, dan penggunaan
tanaman perangkap. Untuk pengendalian kimiawi digunakan Insektisida yang
mempunyai daya racun terhadap serangan hama.
Sumber Bacaan
Rauf, A. 2009. Dinamika
Populasi Spodoptera exigua (HUBNER)
(Lepidoptera; Noctuidae) pada Pertanaman Bawang Merah di Dataran Rendah. Hama
dan Penyakit Tumbuhan, 11 (2): 39-47.
Nurhayati, H.2011. Analisis
Hama Ulat Bawang (Spodoptera exigua)
pada Tanaman Bawang Merah (Allium cepa).
Bogor: Insitut Pertanian Bogor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar